Senin, 30 Desember 2013

Kota Tanjungbalai

Kota Tanjungbalai adalah salah satu kota di provinsi Sumatera UtaraIndonesia. Luas wilayahnya 60,52 km² dan penduduk berjumlah 154.445 jiwa. Kota ini berada di tepi Sungai Asahan, sungai terpanjang di Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Medan sekitar 4 jam.
Sebelum Kota Tanjungbalai diperluas dari hanya 199 ha (2km²) menjadi 60,52 km², kota ini pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih kurang 40.000 orang dengan kepadatan penduduk lebih kurang 20.000 jiwa per km². Akhirnya Kota Tanjungbalai diperluas menjadi ± 60 Km² dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1987, tentang perubahan batas wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.

Demografi

Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.
Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :
NomorKecamatanPenduduk/Jiwa
1Datuk Bandar33.797
2Datuk Bandar Timur26.942
3Tanjungbalai Selatan19.330
4Tanjungbalai Utara15.862
5Sei Tualang Raso22.712
6Teluknibung35.802

Geografi


Jembatan angkat di atas sungai Silau dekat Tanjungbalai

Tanjungbalai pada tahun 1895
Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:
UtaraKecamatan Tanjung Balai
SelatanKecamatan Simpang Empat
BaratKecamatan Simpang Empat
TimurKecamatan Sei Kepayang

Pandangan Umum

Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)

Perbankan

  • Bank SUMUT
  • Bank Mandiri
  • Bank BRI
  • Bank BCA
  • Bank Muamalat
  • Bank BNI
  • Bank Danamon

Sejarah


Foto udara Tanjungbalai pada tahun 1930-an

Pelabuhan Tanjungbalai di masa Hindia Belanda

Kantor perusahaan Güntzel & Schumacher di jalan Heerenstraat di Tanjungbalai tahun 1917
Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.

Pemerintahan

Walikota

No.NamaMasa bakti
1Dr. Edwarsyah Syamsura1956 - 1958
2Wan Wasmayuddin1958 - 1960
3Zainal Abidin1960 - 1965
4Syaiful Alamsyah1965 - 1967
5Anwar Idris1967 - 1970
6Patuan Naga Nasution1970 - 1975
7H. Bahrum Damanik1975 - 1980
8Drs. H. Ibrahim Gani1980 - 1985
9Ir. H. Marsyal Hutagalung1985 - 1990
10H. Bachta Nizar Lubis, S.H.1990 - 1995
11Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe1995 - 2000
12dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil)2000 - 2005
13dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil)2005 - 2010
14Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil)2011 - sekarang

Kecamatan

  1. Datuk Bandar
  2. Datuk Bandar Timur
  3. Sei Tualang Raso
  4. Tanjungbalai Selatan
  5. Tanjungbalai Utara
  6. Teluknibung

Perwakilan

DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014
PartaiKursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar6
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat4
Lambang PDI-P PDI-P3
Lambang PAN PAN2
Lambang PKPB PKPB2
Lambang PKB PKB2
Lambang Partai Hanura Partai Hanura2
Lambang Partai Patriot Partai Patriot2
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera1
Lambang PPP PPP1
Total25
Sumber:[5]

Penduduk

Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%Jawa 35%SundaBatak 20%Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.

Wisata kuliner

Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang buluikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuksombam ikananyang pakis, dan anyang Kepah[6].

Lain-lain

  • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
  • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
  • Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
  • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.
Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :
NomorKecamatanPenduduk/Jiwa
1Datuk Bandar33.797
2Datuk Bandar Timur26.942
3Tanjungbalai Selatan19.330
4Tanjungbalai Utara15.862
5Sei Tualang Raso22.712
6Teluknibung35.802

Geografi[sunting | sunting sumber]


Jembatan angkat di atas sungai Silau dekat Tanjungbalai

Tanjungbalai pada tahun 1895
Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:
UtaraKecamatan Tanjung Balai
SelatanKecamatan Simpang Empat
BaratKecamatan Simpang Empat
TimurKecamatan Sei Kepayang

Pandangan Umum[sunting | sunting sumber]

Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)

Perbankan[sunting | sunting sumber]

  • Bank SUMUT
  • Bank Mandiri
  • Bank BRI
  • Bank BCA
  • Bank Muamalat
  • Bank BNI
  • Bank Danamon

Sejarah[sunting | sunting sumber]


Foto udara Tanjungbalai pada tahun 1930-an

Pelabuhan Tanjungbalai di masa Hindia Belanda

Kantor perusahaan Güntzel & Schumacher di jalan Heerenstraat di Tanjungbalai tahun 1917
Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Walikota[sunting | sunting sumber]

No.NamaMasa bakti
1Dr. Edwarsyah Syamsura1956 - 1958
2Wan Wasmayuddin1958 - 1960
3Zainal Abidin1960 - 1965
4Syaiful Alamsyah1965 - 1967
5Anwar Idris1967 - 1970
6Patuan Naga Nasution1970 - 1975
7H. Bahrum Damanik1975 - 1980
8Drs. H. Ibrahim Gani1980 - 1985
9Ir. H. Marsyal Hutagalung1985 - 1990
10H. Bachta Nizar Lubis, S.H.1990 - 1995
11Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe1995 - 2000
12dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil)2000 - 2005
13dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil)2005 - 2010
14Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil)2011 - sekarang

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Datuk Bandar
  2. Datuk Bandar Timur
  3. Sei Tualang Raso
  4. Tanjungbalai Selatan
  5. Tanjungbalai Utara
  6. Teluknibung

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014
PartaiKursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar6
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat4
Lambang PDI-P PDI-P3
Lambang PAN PAN2
Lambang PKPB PKPB2
Lambang PKB PKB2
Lambang Partai Hanura Partai Hanura2
Lambang Partai Patriot Partai Patriot2
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera1
Lambang PPP PPP1
Total25
Sumber:[5]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%Jawa 35%SundaBatak 20%Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang buluikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuksombam ikananyang pakis, dan anyang Kepah[6].

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
  • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
  • Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
  • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.

    Demografi[sunting | sunting sumber]

    Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.
    Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :
    NomorKecamatanPenduduk/Jiwa
    1Datuk Bandar33.797
    2Datuk Bandar Timur26.942
    3Tanjungbalai Selatan19.330
    4Tanjungbalai Utara15.862
    5Sei Tualang Raso22.712
    6Teluknibung35.802

    Geografi[sunting | sunting sumber]


    Jembatan angkat di atas sungai Silau dekat Tanjungbalai

    Tanjungbalai pada tahun 1895
    Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:
    UtaraKecamatan Tanjung Balai
    SelatanKecamatan Simpang Empat
    BaratKecamatan Simpang Empat
    TimurKecamatan Sei Kepayang

    Pandangan Umum[sunting | sunting sumber]

    Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)

    Perbankan[sunting | sunting sumber]

    • Bank SUMUT
    • Bank Mandiri
    • Bank BRI
    • Bank BCA
    • Bank Muamalat
    • Bank BNI
    • Bank Danamon

    Sejarah[sunting | sunting sumber]


    Foto udara Tanjungbalai pada tahun 1930-an

    Pelabuhan Tanjungbalai di masa Hindia Belanda

    Kantor perusahaan Güntzel & Schumacher di jalan Heerenstraat di Tanjungbalai tahun 1917
    Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.

    Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

    Walikota[sunting | sunting sumber]

    No.NamaMasa bakti
    1Dr. Edwarsyah Syamsura1956 - 1958
    2Wan Wasmayuddin1958 - 1960
    3Zainal Abidin1960 - 1965
    4Syaiful Alamsyah1965 - 1967
    5Anwar Idris1967 - 1970
    6Patuan Naga Nasution1970 - 1975
    7H. Bahrum Damanik1975 - 1980
    8Drs. H. Ibrahim Gani1980 - 1985
    9Ir. H. Marsyal Hutagalung1985 - 1990
    10H. Bachta Nizar Lubis, S.H.1990 - 1995
    11Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe1995 - 2000
    12dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil)2000 - 2005
    13dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil)2005 - 2010
    14Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil)2011 - sekarang

    Kecamatan

    1. Datuk Bandar
    2. Datuk Bandar Timur
    3. Sei Tualang Raso
    4. Tanjungbalai Selatan
    5. Tanjungbalai Utara
    6. Teluknibung

    Perwakilan

    DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014
    PartaiKursi
    Lambang Partai Golkar Partai Golkar6
    Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat4
    Lambang PDI-P PDI-P3
    Lambang PAN PAN2
    Lambang PKPB PKPB2
    Lambang PKB PKB2
    Lambang Partai Hanura Partai Hanura2
    Lambang Partai Patriot Partai Patriot2
    Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera1
    Lambang PPP PPP1
    Total25
    Sumber:[5]

    Penduduk

    Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%Jawa 35%SundaBatak 20%Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.

    Wisata kuliner

    Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang buluikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuksombam ikananyang pakis, dan anyang Kepah[6].

    Lain-lain

    • Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
    • Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
    • Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
    • Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar