Kota Tanjungbalai adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Luas wilayahnya 60,52 km² dan penduduk berjumlah 154.445 jiwa. Kota ini berada di tepi Sungai Asahan, sungai terpanjang di Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Medan sekitar 4 jam.
Sebelum Kota Tanjungbalai diperluas dari hanya 199 ha (2km²) menjadi 60,52 km², kota ini pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih kurang 40.000 orang dengan kepadatan penduduk lebih kurang 20.000 jiwa per km². Akhirnya Kota Tanjungbalai diperluas menjadi ± 60 Km² dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1987, tentang perubahan batas wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.
Demografi
Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.
Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :
| Nomor | Kecamatan | Penduduk/Jiwa |
| 1 | Datuk Bandar | 33.797 |
| 2 | Datuk Bandar Timur | 26.942 |
| 3 | Tanjungbalai Selatan | 19.330 |
| 4 | Tanjungbalai Utara | 15.862 |
| 5 | Sei Tualang Raso | 22.712 |
| 6 | Teluknibung | 35.802 |
Geografi
Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Tanjung Balai |
| Selatan | Kecamatan Simpang Empat |
| Barat | Kecamatan Simpang Empat |
| Timur | Kecamatan Sei Kepayang |
Pandangan Umum
Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)
Perbankan
- Bank SUMUT
- Bank Mandiri
- Bank BRI
- Bank BCA
- Bank Muamalat
- Bank BNI
- Bank Danamon
Sejarah
Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.
Pemerintahan
Walikota
| No. | Nama | Masa bakti |
|---|---|---|
| 1 | Dr. Edwarsyah Syamsura | 1956 - 1958 |
| 2 | Wan Wasmayuddin | 1958 - 1960 |
| 3 | Zainal Abidin | 1960 - 1965 |
| 4 | Syaiful Alamsyah | 1965 - 1967 |
| 5 | Anwar Idris | 1967 - 1970 |
| 6 | Patuan Naga Nasution | 1970 - 1975 |
| 7 | H. Bahrum Damanik | 1975 - 1980 |
| 8 | Drs. H. Ibrahim Gani | 1980 - 1985 |
| 9 | Ir. H. Marsyal Hutagalung | 1985 - 1990 |
| 10 | H. Bachta Nizar Lubis, S.H. | 1990 - 1995 |
| 11 | Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe | 1995 - 2000 |
| 12 | dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil) | 2000 - 2005 |
| 13 | dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil) | 2005 - 2010 |
| 14 | Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil) | 2011 - sekarang |
Kecamatan
- Datuk Bandar
- Datuk Bandar Timur
- Sei Tualang Raso
- Tanjungbalai Selatan
- Tanjungbalai Utara
- Teluknibung
Perwakilan
| DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014 | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Partai | Kursi | |||||||||||
| 6 | ||||||||||||
| 4 | ||||||||||||
| 3 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 1 | ||||||||||||
| 1 | ||||||||||||
| Total | 25 | |||||||||||
| Sumber:[5] | ||||||||||||
Penduduk
Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%, Jawa 35%, Sunda, Batak 20%, Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.
Wisata kuliner
Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuk, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang Kepah[6].
Lain-lain
- Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
- Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
- Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
- Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.
Demografi
Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.
Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :
| Nomor | Kecamatan | Penduduk/Jiwa |
| 1 | Datuk Bandar | 33.797 |
| 2 | Datuk Bandar Timur | 26.942 |
| 3 | Tanjungbalai Selatan | 19.330 |
| 4 | Tanjungbalai Utara | 15.862 |
| 5 | Sei Tualang Raso | 22.712 |
| 6 | Teluknibung | 35.802 |
Geografi
Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Tanjung Balai |
| Selatan | Kecamatan Simpang Empat |
| Barat | Kecamatan Simpang Empat |
| Timur | Kecamatan Sei Kepayang |
Pandangan Umum
Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)
Perbankan
- Bank SUMUT
- Bank Mandiri
- Bank BRI
- Bank BCA
- Bank Muamalat
- Bank BNI
- Bank Danamon
Sejarah
Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.
Pemerintahan
Walikota
| No. | Nama | Masa bakti |
|---|---|---|
| 1 | Dr. Edwarsyah Syamsura | 1956 - 1958 |
| 2 | Wan Wasmayuddin | 1958 - 1960 |
| 3 | Zainal Abidin | 1960 - 1965 |
| 4 | Syaiful Alamsyah | 1965 - 1967 |
| 5 | Anwar Idris | 1967 - 1970 |
| 6 | Patuan Naga Nasution | 1970 - 1975 |
| 7 | H. Bahrum Damanik | 1975 - 1980 |
| 8 | Drs. H. Ibrahim Gani | 1980 - 1985 |
| 9 | Ir. H. Marsyal Hutagalung | 1985 - 1990 |
| 10 | H. Bachta Nizar Lubis, S.H. | 1990 - 1995 |
| 11 | Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe | 1995 - 2000 |
| 12 | dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil) | 2000 - 2005 |
| 13 | dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil) | 2005 - 2010 |
| 14 | Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil) | 2011 - sekarang |
Kecamatan
- Datuk Bandar
- Datuk Bandar Timur
- Sei Tualang Raso
- Tanjungbalai Selatan
- Tanjungbalai Utara
- Teluknibung
Perwakilan
| DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014 | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Partai | Kursi | |||||||||||
| 6 | ||||||||||||
| 4 | ||||||||||||
| 3 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 2 | ||||||||||||
| 1 | ||||||||||||
| 1 | ||||||||||||
| Total | 25 | |||||||||||
| Sumber:[5] | ||||||||||||
Penduduk
Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%, Jawa 35%, Sunda, Batak 20%, Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.
Wisata kuliner
Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuk, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang Kepah[6].
Lain-lain
- Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
- Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
- Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
- Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.
Demografi
Hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tanjung Balai berjumlah 154.445 jiwa yang terdiri atas 77.933 jiwa dan 76.512 jiwa perempuan. Penduduk Kecamatan terbanyak berada di Kecamatan Teluknibung dengan jumlah penduduk 35.802 jiwa sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara Dengan jumlah penduduk 15.862 jiwa.Dan Berikut adalah tabel penduduk Kota Tanjung Balai Per Kecamatan Tahun 2010 :Nomor Kecamatan Penduduk/Jiwa 1 Datuk Bandar 33.797 2 Datuk Bandar Timur 26.942 3 Tanjungbalai Selatan 19.330 4 Tanjungbalai Utara 15.862 5 Sei Tualang Raso 22.712 6 Teluknibung 35.802 Geografi
Kota Tanjungbalai terletak di antara 2° 58' LU dan 99° 48' BT, dengan luas wilayah 60,52 km² (6.052 ha), dikelilingi oleh wilayahKabupaten Asahan dengan batas-batas sebagai berikut:Utara Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kecamatan Simpang Empat Barat Kecamatan Simpang Empat Timur Kecamatan Sei Kepayang Pandangan Umum
Kota Tanjung Balai terletak di antara 2º58' Lintang Utara dan 99º48' Bujur Timur. Posisi Kota Tanjung Balai berada di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif datar. Kota Tanjung Balai secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan, 31 Kelurahan. Luas wilayah Kota Tanjung Balai 6.052 Ha (60,52 km²)Perbankan
- Bank SUMUT
- Bank Mandiri
- Bank BRI
- Bank BCA
- Bank Muamalat
- Bank BNI
- Bank Danamon
Sejarah
Sejarah perkembangan kota ini sangat berkaitan dengan kehadiran Kesultanan Asahan, sekitar pertengahan abad ke-18, kemudian kerajaan ini dianeksasi oleh pemerintah Hindia-Belanda, menjadi suatu gemeente berdasarkan Besluit Governeur General tanggal 27 Juni 1917 dengan Stbl. no. 284/1917, sebagai akibat dibukanya perkebunan-perkebunan di daerah Sumatera Timur, termasuk daerah Asahan, seperti H.A.P.M., SIPEF, London Sumatera ("Lonsum"), dan lain-lain. Kota Tanjungbalai menjadi kota pelabuhan dan pintu masuk ke daerah Asahan yang penting artinya bagi lalu-lintas perdagangan Hindia-Belanda.Pemerintahan
Walikota
No. Nama Masa bakti 1 Dr. Edwarsyah Syamsura 1956 - 1958 2 Wan Wasmayuddin 1958 - 1960 3 Zainal Abidin 1960 - 1965 4 Syaiful Alamsyah 1965 - 1967 5 Anwar Idris 1967 - 1970 6 Patuan Naga Nasution 1970 - 1975 7 H. Bahrum Damanik 1975 - 1980 8 Drs. H. Ibrahim Gani 1980 - 1985 9 Ir. H. Marsyal Hutagalung 1985 - 1990 10 H. Bachta Nizar Lubis, S.H. 1990 - 1995 11 Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe 1995 - 2000 12 dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga (wakil) 2000 - 2005 13 dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum. (wakil) 2005 - 2010 14 Drs. H. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap (wakil) 2011 - sekarang Kecamatan
- Datuk Bandar
- Datuk Bandar Timur
- Sei Tualang Raso
- Tanjungbalai Selatan
- Tanjungbalai Utara
- Teluknibung
Perwakilan
DPRD kota Tanjungbalai 2009-2014 Partai Kursi
Partai Golkar6
Partai Demokrat4
PDI-P3
PAN2
PKPB2
PKB2
Partai Hanura2
Partai Patriot2
Partai Keadilan Sejahtera1
PPP1 Total 25 Sumber:[5] Penduduk
Tanjungbalai yang dalam sejarahnya menjadi kota perdagangan tidak diragukan lagi merupakan kota multietnis. Berbagai suku bangsa bercampur di sini: Melayu 30%, Jawa 35%, Sunda, Batak 20%, Nias dan Tionghoa 15% adalah sebagian dari etnik yang bermukim di kota ini.Wisata kuliner
Beberapa makanan khas kota Tanjung Balai diantaranya adalah kerang daguk (kerang batu),kerang bulu, ikan asin mayung, ikan teri Medan (Teri Putih), udang asin (udang pukul), belacan(terasi udang), gulai asam, sayur daun ubi tumbuk, sombam ikan, anyang pakis, dan anyang Kepah[6].Lain-lain
- Setiap akhir tahun, diadakan Pesta Kerang guna memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tanjungbalai.
- Kota ini dijuluki "Kota Kerang". (hal ini dikarenakan dulu Kota Tanjungbalai pernah menghasilkan Kerang dalam jumlah yang besar, tetapi beberapa waktu belakangan ini produksi Kerang jauh menurun dikarenakan ekosistim yang tidak mendukung)
- Kota ini memiliki jembatan panjang yang melintasi Sungai Asahan.
- Tanjungbalai pernah menerima Anugerah Adipura sebagai kota terbersih se-Indonesia pada tahun 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar